Home

Kamis, 23 Desember 2010

Wah Pulau Kucing !

Tashiro Pulau Berpenduduk Mayoritas Kucing



Sebuah pulau di Jepang memiliki keunikan tersendiri, karena penduduk di pulau tersebut tidak didominasi oleh manusia. Mayoritas penduduk disana merupakan hewan-hewan yang menggemaskan bernama "Kucing".

Desa Tashiro dikenal di Jepang sebagai 'Pulau Kucing'. Namun, kini warganya yang kebanyakan sudah lanjut usia, mengharapkan suatu hal yang lain, yakni kedatangan warga baru di pulau itu.

Dihuni oleh 100 warga, yang rata-rata berusia diatas 70 tahun. Komunitas Tashiro mengharapkan, para kucing bisa menjadi magnet dalam kampanye menarik wisatawan dan pada akhirnya menambah jumlah penghuni desa.


"Kalau dilihat desa ini seolah begitu damai. Tapi kalau misalnya ada kebakaran, tidak ada yang bisa menolong kami. Saya berharap banyak anak muda pindah ke sini. Di Tashiro banyak warga yang mau mengajari mereka cara menangkap ikan," ungkap Yutaka Hama, 49, sebagai pimpinan badan promosi wisata Tashiro.

Hama pindah ke Tashiro beberapa tahun lalu, dan kini juga mencari nafkah sebagai pengelola penginapan dan nelayan. Istrinya, Aiko, sejauh ini merupakan perempuan termuda di desanya pada usia 37 tahun. Selain Aiko, kebanyakan perempuan Tashiro sudah berusia di atas 60 tahun.

Tashiro tidak dihuni oleh seekor anjing pun. Selain itu, pemandangan yang biasa terlihat di kota-kota modern di Jepang juga absen. Sebut saja, misalnya toko serba ada, lampu lalu lintas, sampai anak-anak. Populasi manusia di situ telah menurun sepuluh kali lipat sejak 1960, karena banyak warga pindah ke kota lain.

Namun beberapa tahun lalu, Tashiro mulai terkenal sebagai 'Pulau Kucing'. Waktu itu sebuah stasiun televisi membuat acara tentang Jack the Lop Ear, seekor kucing jantan belang hitam-putih. Sekarang Jack adalah atraksi utama di kotanya. Gerak-geriknya yang lamban dibanding kucing lain malah membuat popularitasnya meroket.

"Saya begitu senang bisa melihat Jack. Setelah pensiun, saya mau tinggal di sini saja," tutur Shiho Amano, 18, yang menyukai kucing. Amano khusus datang dari Nagoya ke Tashiro untuk menyaksikan pameran foto yang digelar badan promosi wisata. Telepon genggamnya sudah penuh oleh foto-foto kucing terkenal itu.

Jack bukan kucing pertama yang menjadi idola nasional di Jepang. Bukan juga yang pertama mampu membawa keberuntungan untuk sebuah wilayah. Tahun lalu, seekor kucing bernama Tama diangkat sebagai "pimpinan" stasiun kereta api Kinokawa di prefektur Wakayama.

Sebuah topi kepala stasiun pun diberikan kepadanya. Kehadiran Tama menggiring turis ikut datang ke kota kecil tersebut.

Para nelayan Tashiro sering memberi ikan kepada para kucing. Kehadiran kucing jadi gampang terdeteksi di pulau seluas 3,14 kilometer persegi, dan terletak 20 kilometer dari pelabuhan Ishinomaki di utara Jepang itu.

Kapal feri penghubung ke pulau ini biasanya hanya mengangkut 10-20 penumpang per hari, setelah musim panas. Namun sejak September lalu, jumlah itu meningkat dua kali lipat di hari biasa, dan lebih dari tiga kali lipat pada akhir pekan.

"Kami lihat makin banyak yang datang membawa kamera dan makanan, bukannya alat pancing," ujar seorang pegawai kapal feri Ajishima. Ditambahkannya, para turis tetap datang meski sudah dekat musim dingin.


Jadi, bagi kamu yang sangat mencintai hewan yang bernama kucing, sepertinya pulau Tashiro dapat menjadi pilihan tempat tinggal kamu yang baru.

Source: apakabardunia.com

Selasa, 21 Desember 2010

Opera 11 yang katanya "ngebut"



Opera Software secara resmi memperkenalkan versi final browser desktop terbarunya Opera 11. Browser tersebut hadir dengan fitur-fitur baru, akses lebih cepat, ukuran lebih ringan, dan kemudahan buat pengguna untuk melakukan personalisasi.
"Opera 11 menambahkan beberapa penyempurnaan bagi fitur-fitur yang sudah dikenal dan disenangi para pengguna selama lebih dari satu dekade, selagi memperkenalkan ekstensi. Jika Anda belum pernah menggunakan Opera sebelumnya, Opera 11 akan merubah pandangan Anda tentang penjelajahan web," ujar Jon von Tetzchner, Pendiri Opera dalam siaran persnya, Kamis (16/12/2010).

Opera 11 ini berukuran 30 persen lebih kecil dari Opera 10.60 sehingga mengunduhnya pun jadi jauh lebih cepat. Plug-in juga dapat diatur untuk dimuat berdasarkan permintaan sehingga diklaim mampu meningkatkan kinerja browser hingga 30 persen.

Fitur baru yang diperkenalkan dalam Opera 11 antara lain tumpukan tab untuk menghemat tampilan daftar situs yang sedang dibuka. Tumpukan tab adalah fitur untuk mengatur tab yang sedang Anda buka dengan cara lebih baik. Cukup geret satu tab diatas tab lainnya untuk membuat tumpukan.

Fitur lainnya yang semakiin disempurnakan adalah ekstensi. Dengan fitur ini, pengguna dapat menambah program baru di browser untuk meningkatkan kemampuan Opera. Lebih dari dua juta ekstensi telah diunduh dari https://addons.opera.com/. Lima ekstensi yang paling banyak diunduh para penggunaadalah NoAds untuk memblokir iklan, LastPass untuk mengelola password, FastestTube untuk unduh video YouTube, Image preview untuk menampilkan pop-up yang berisi foto, dan Translate untuk menterjemahkan halaman web yang berbahasa asing secara otomatis.

Opera 11 juga mendukung isyarat Mouse secara visual. Dengan gerakan tangan Anda, isyarat mouse memungkinkan pengguna mengendalikan mundur dan maju, membuka halaman baru, menutub tab, dan banyak hal lainnya. Kolom alamat juga lebih aman dengan menampilkan tanda yang lebih jelas yang mengindikasikan tingkat keamanan dan memungkinkan akses secara cepat pada informasi keamanan dan jaminan tentang situs yang sedang dibuka.

Opera 11 bisa buat OS Windows, Mac, dan Linux dan dapat di download di klik disini aja.
source : KOMPAS.com


Blizzard mau melahirkan adiknya WoW



Jakarta - Blizzard mengkonfirmasi bahwa mereka tengah mengerjakan game Massive Multiplayer Online RPG (MMORPG) baru selain World of Warcraft (WoW) bernama Titan. Game ini bakal diluncurkan 2013 nanti.

Nah, ada kabar baik dan buruk terkait hal ini. Kabar baiknya, Presiden eksekutif Blizzard Frank Pearce sendirilah yang mengkonfirmasi hal tersebut. Kita tahu sebelumnya WoW besutan Blizzard menjadi game online terlaris di seluruh dunia. Diprediksi Titan bakal membawa nuansa baru dan lebih bagus dari WoW.

Kabar buruknya, saat ini Blizzard belum mau membuka mulut seputar informasi terbaru secara detail perihal game tersebut.

Seperti dikutip detikINET dari digitaltrands, Selasa (21/12/2010), sejak 2007 lalu, Blizzard memang sering mengabarkan bahwa mereka tengah mengerjakan project lain di luar WoW.

Awal bulan ini, dokumen MMOgamesite memaparkan lima buah rencana Blizzard dalam mengekspansi pasar gamenya. Dokumen tersebut mengatakan 'WoW4' bakal muncul di 2012, 'WoW5' di 2013, film WoW di 2012, dan Diablo 3 di kuartal IV 2011. Yang terakhir adalah 'Titan' sendiri di 2013. 

source:detik.com

Sabtu, 18 Desember 2010

Hidup di jepang mahal mati pun mahal

Umumnya orang Jepang dimakamkan secara Budha, yaitu dengan dibakar, dan abunya akan dimasukkan ke dalam sebuah pot yang terbuat dari keramik. Tempat abu ini kemudian diletakkan di nisan kuburan bersama tempat abu anggota keluarganya yang telah meninggal sebelumnya. Selain terkait masalah keagamaan, cara ini juga dilakukan karena terbatasnya tanah yang dapat dijadikan lahan pemakaman di Jepang. Orang hidup saja berdesak-desakkan, apalagi orang yang sudah meninggal.




Harga sebuah tempat pemakaman di Jepang berkisar antara 2 juta yen sampai 7juta yen, lebih mahal dari harga rumah ya, terus setiap tahunnya harus membayar biaya administrasi sampai 50 ribu yen. Ck ck ck…. Harga ini belum termasuk batu nisan yang harganya sampai jutaan yen pula. Tetapi setiap keluarga hanya butuh satu nisan yang dapat dipakai turun temurun. Tapi bagi orang kaya, ada juga yang memilih untuk memiliki nisan sendiri-sendiri.
Selain itu, upacara kematian juga tak kalah mahalnya. Keluarga orang yang meninggal akan memanggil pendeta atau biksu untuk mengurus jenazah, mulai dari kremasi, mendoakan arwah, sampai memasukkan abu ke dalam nisan. Harga yang harus dibayar mencapai 2 juta yen. Walaupun ada sumbangan dari orang yang datang melayat, tapi tetap tidak akan cukup untuk membayar semua keperluan pemakaman, apalagi pemerintah hanya memberi uang duka 50 ribu yen, saking mahalnya, orang Jepang yang bukan Kristen pun mulai beralih menggunakan rumah duka yang harganya lebih murah.
Mungkin ada KoKiers yang bertanya, buat anak-anak apakah tarifnya dibedakan? Beda, tapi tidak terlalu jauh beda harganya. Kalau anak-anak yang meninggal dibawah umur 16 tahun, dimakamnya suka diletakkan boneka-boneka gitu, terus didepan makamnya biasanya diletakkan sesaji berupa mainan dan makanan.




Jepang terkenal dengan teknologinya yang hebat banget, yang bisa menikmati teknologi tidak cuma orang yang masih hidup, yang sudah meninggal pun bisa. Mungkin bingung kan, bagaimana caranya?
Ada system QR codes, yaitu berupa bar code yang diletakkan pada batu nisan, yang jika di scan maka akan menampilkan data-data tentang orang yang dimakamkan disitu, bisa juga menyimpan video dan foto-foto.
Ada pula penerapan teknologi RFID (Radio Frequency Identification) ke rumah pemakaman. Setelah jenazah dibakar, abunya dimasukkan ke dalam pot maka pot tersebut akan disimpan di dalam gudang. Ketika akan melakukan sembahyang untuk orang yang sudah meninggal tersebut, cukup menggunakan kartu RFID maka melalui sistim yang ada, pot tersebut akan dikeluarkan dari dalam gudang ke altar tempat persemayaman. Dan jika sudah selesai, pot tersebut akan dibawa kembali ke dalam gudang. Wahh….. lihat disini nih http://elitechoice.org/tag/nichiryoku/


Bagaimana nasib homeless dan orang yang tidak memiliki keluarga? Siapa yang akan membiayai pemakamannya? Biasanya homeless dan orang jalanan yang meninggal dunia, kremasinya akan dibiayai oleh negara, selanjutnya abunya akan disimpan di kuil berhubung tidak diketahui dimana nisan pemakaman keluarganya. Kasihan ya, ketika meninggal arwahnya tidak bergabung dengan keluarganya.