Home

Senin, 23 Desember 2013

Watermark


 Pembuatan Aplikasi Pengolahan Citra dengan OpenCV dan Microsoft Visual Studio 2008





Kelompok Watermarking
Adam Ramadhan Junior (50410106)
Chandra Isefa Anaska (51410553)

Universitas Gunadarma
2013


PENDAHULUAN
Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi informasi, data atau informasi semakin banyak  bila dilihat dari bentuk dan jenisnya. Mulai dari teks, gambar, audio, dan juga video.
Gambar, atau yang bisa juga disebut sebagai citra, berperan sangat penting sebagai bentuk informasi visual. Ada yang mengatakan bahwa citra (gambar) lebih berarti dari ribuan kata-kata. Saya membenarkan hal tersebut, karena memang benar  dengan melihat suatu gambar kita langsung bisa mendefinisikan sendiri mengenai gambar tersebut. Dan juga bisa memberikan banyak arti lainnya.
Terkadang citra yang ada itu tidak sepenuhnya baik maksudnya tidak sepenuhnya sempurna, perlu dilakukan suatu proses untuk membuatnya menjadi lebih baik. Proses inilah yang dinamakan pengolahan citra.
Teknik pengolahan citra-pun sudah semakin banyak digunakan. Contohnya saja dalam dunia perdagangan. Kita semua mungkin sudah tahu dengan yang namanya barcode. Penggunaan barcode di supermarket dibuat untuk mempermudah pembacaan harga. Bila tidak menggunakan barcode mungkin petugas  bisa  dibuat sulit, karena  harus mengecek harga barang satu-satu.  Selain itu masih ada lagi, sidik jari untuk kehadiran juga termasuk aplikasi pengolahan citra.
Pengolahan citra merupakan suatu proses perbaikan kualitas citra agar mudah di interpretasi oleh manusia atau komputer. Proses-proses yang termasuk ke dalam pengolahan citra, yaitu :
1.  Perbaikan kualitas citra (Image Enhancement)
2.  Pemugaran citra (Image Restoration)
3.  Pemampatan citra (Image Compression)
4.  Segmentasi citra (Image Segmentation)
5.  Pengorakan citra (Image Analysis)
6.  Rekonstruksi citra (Image Recontruction)
Di dalam laporan ini akan dijelaskan bagaimana membuat suatu aplikasi yang berkaitan dengan pengolahan citra deteksi tepi. Sebelumnya, kami akan  memberitahukan bagaimana cara instalasi dan konfigurasi yang diperlukan dalam pembuatan aplikasi tersebut. Di halaman terakhir, penulis juga melampirkan source code yang digunakan dalam pembuatan aplikasi tersebut.

INSTALASI DAN KONFIGURASI
Dalam pembuatan aplikasi pengolahan citra, penulis menggunakan perangkat lunak berikut :
1.  Microsoft Visual Studio 2008
Microsoft Visual Studio adalah software yang digunakan sebagai compiler. Compiler adalah perangkat lunak yang digunakan untuk mengubah source code dari suatu bahasa pemrograman (dalam kasus ini bahasa pemrogramannya yaitu C++) menjadi native code / bahasa mesin (file executable) agar dapat dieksekusi oleh komputer.  Microsoft Visual Studio  ini  dibuat oleh perusahaan Microsoft.
2.  OpenCV 2.1
OpenCV (Open Computer Vision)  merupakan semacam library  yang digunakan dalam membuat aplikasi yang berkaitan dengan computer vision. OpenCV juga menyediakan banyak fungsionalitas, yang tentunya dapat mempersingkat waktu  dalam pembuatan aplikasi yang lumayan rumit.
Spesifikasi minimum sistem yang harus Anda miliki yaitu :
ü  1,6 GHz or faster processor
ü  1024 MB RAM
ü  3 GB or available hard-disk space
ü  5400 RPM hard-disk drive
ü  Direct X 9 – capable video car running at 1024 x 768 or higher display resolution
ü  DVD – ROM drive



INSTALASI
Langkah-langkah Instalasi Microsoft Visual Studio 2008 :
1.   Masukkan DVD software MS Visual Studio Team System 2008 Team Suite kedalam DVD Room PC/laptop Anda, kemudian akan muncul auto run CD. Jika tidak muncul maka klik file Setup.exe sehingga muncul seperti gambar berikut ini :
2.   Kemudian pilih menu yang paling atas yaitu "Install Visual Studio 2008", lalu klik sehingga muncul seperti gambar berikut ini :
 
3.   Tunggulah hingga progressbar selesai loading sehingga muncul tombol "Next" seperti gambar berikut ini : 
4.   Kemudian klik tombol "Next" di atas sehingga muncul seperti gambar berikut ini :
 
5.   Karena saya menggunakan lisensi yang disediakan oleh kantor saya, maka secara otomatis product key number akan terisi. Jangan lupa pilih "I have read and accept the license terms" lalu klik tombol "Next" lagi sehingga muncul seperti gambar berikut ini :
6.   Pilih saja fitur "Default" sesuai rekomendasi sistem. Jika, tampilan Anda sudah sesuai dengan gambar di atas. Silakan klik tombol "Install" sehingga muncul seperti gambar berikut ini :
7.   Inilah proses instalasi komponen, tunggulah beberapa menit hingga proses benar-benar selaesai. Lalu muncul seperti gambar berikut ini :
8.   Instalasi telah selesai dilakukan maka klik tombol "Finish". Perlu diketahui bahwa sebelumnya saya sudah melakukan instalasi Microsoft .NET 2.0, 3.0, dan 3.5.

Kemudian Instal OpenCV 2.1 sampai finish, lalu adapun langkah-langkah konfigurasinya
Ø  Buka Microsoft Visual Studio 2008
Ø  File -> New -> Project
Ø  Pilih Win32 Console Application
Ø  Beri nama :" Hello" -> OK -> Finish

Ø  Configure Project Directories
Pilih Project -> Properties -> Configuration Properties -> VC++ Directories

Ø  Include Direcrories -------->tambahkan : C:\OpenCV2.1\include\opencv;
Ø  Library Directories--------->tambahkan : C:\OpenCV2.1\lib;
Ø  Source Directories--------->tambahkan : C:\OpenCV2.1\src\cv; C:\OpenCV2.1\src\cvaux; C:\OpenCV2.1\src\cxcore; C:\OpenCV2.1\src\highgui; C:\OpenCV2.1\src\ml;
Ø  Linker -> Input -> Additional Dependencies
Ø  Untuk Debug------>tambahkan :  cv210d.lib; cxcore210d.lib; highgui210d.lib;
Ø  Untuk Release---->tambahkan:   cv210.lib; cxcore210.lib; highgui210.lib;

Penjelasan Watermarking
Watermarking
Secara hierarkis, watermarking merupakan suatu proses yang berakar pada konsep ilmu steganography. Steganography sendiri sudah dikenal sejak jaman Mesir kuno. Menurut Cachin, steganography diartikan sebagai suatu seni dan ilmu untuk menyembunyikan pesan yang sebenarnya sehingga orang awam tidak dapat mendeteksinya. Menurut Popa, steganography dapat dibagi menjadi 2 (dua) bagian yaitu protection against detection (data hiding) dan protection against removal (document marking). Watermarking merupakan salah satu jenis dari document marking.

Manfaat watermarking:
  1. Ownership Assertion. Kepemilikan dari dokumen multimedia dapat dilindungi dengan menambahkan watermark yang berisi informasi pemilik dari dokumen multimedia. Pemilik juga dapat mempublikasikan dokumen multimedia yang sudah disisipi watermark dengan aman tanpa harus mempublikasikan dokumen multimedia yang asli. Jika terjadi terjadi klaim dari orang lain mengenai dokumen multimedia tersebut, tentu dapat diketahui secara otentik siapa pemilik sebenarnya.
  2. Fingerprinting. Watermarking dan fingerprinting pada dasarnya sama, hanya saja pada fingerprinting, penyisipan watermark biasanya bersifat unik untuk suatu dokumen multimedia. Dokumen multimedia yang sama dapat memiliki fingerprint yang berbeda.
  3. Copy prevention or control. Teknik watermarking juga dapat dilakukan untuk mencegah dokumen multimedia untuk diduplikasi dengan hardware atau software tertentu. Misalnya untuk mencegah suatu dokumen multimedia yang tersimpan dalam CD atau DVD agar tidak diduplikasi dengan CD atau DVD copier.

ALGORITMA
Dari gambar tersebut terlihat bahwa gambar asli akan di-encode dengan menambahkan
gambar rahasia dan kunci tertentu. Gambar yang sudah di-encode, selanjutnya dapat
ditransfer melalui suatu jalur komunikasi dan jika akan diperiksa keasliannya atau ingin
mendapatkan gambar aslinya, maka dilakukan proses decoder. Proses decoder key (kunci) yang sama dengan kunci pada proses encode.

Listing Program
#include <cv.h>
#include <highgui.h>
#include <iostream>

using namespace cv;

int main( int argc, char** argv )
{
 double alpha = 0.5; double beta; double input;

 Mat src1, src2, dst;

 /// Ask the user enter alpha
 std::cout<<" Simple Linear Blender "<<std::endl;
 std::cout<<"-----------------------"<<std::endl;
 std::cout<<"* Enter alpha [0-1]: ";
 std::cin>>input;

 /// We use the alpha provided by the user if it is between 0 and 1
 if( input >= 0.0 && input <= 1.0 )
   { alpha = input; }

 /// Read image ( same size, same type )
 src1 = imread("../images/x.jpg");
 src2 = imread("../images/y.jpg");


 if( !src1.data ) { printf("Error loading src1 \n"); return -1; }
 if( !src2.data ) { printf("Error loading src2 \n"); return -1; }

 /// Create Windows
 namedWindow("Adam & Chandra Watermark", CV_WINDOW_AUTOSIZE);

 beta = ( 1.0 - alpha );
 addWeighted( src1, alpha, src2, beta, 0.0, dst);

 imshow( "Adam & Chandra Watermark", dst );

 waitKey(0);
 return 0;
}

Screenshot tampilan project pada Microsoft Visual Studio 2008

Gambar 1 (Gambar dasar)



Gambar 2 (Watermark)

Input nilai untuk kapasitas opacity gambar

Hasil watermarking pada gambar